Sektor Pariwisata Dongkrak Investasi Manggarai Barat Hingga Rp 1,8 Triliun

Bisnis, Pariwisata34 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami lonjakan tajam. Nilainya melampaui Rp 1,8 triliun, atau hampir dua kali lipat dibanding capaian tahun sebelumnya yang masih berada di angka sekitar Rp 930 miliar.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Manggarai Barat, Maria Imaculata Etris Babur, menjelaskan bahwa aktivitas investasi di wilayah Labuan Bajo mencakup 15 subsektor usaha. 

Dari berbagai bidang tersebut, usaha perhotelan dan restoran tercatat memberikan kontribusi paling besar terhadap total nilai investasi.

“Capaian realisasi investasi Kabupaten Manggarai Barat tahun 2025 berdasarkan data LKPM (laporan kegiatan penanaman modal) sebesar Rp 1.883.114.093.532 dari 15 subsektor,” kata Rice, dilansir Detikbali, Jumat (6/2/2026).

Dari data tersebut, lima bidang usaha tercatat mendominasi. Sektor hotel dan restoran berada di urutan pertama dengan nilai lebih dari Rp 1,6 triliun.


BACA JUGA :
– Rumah BUMN Labuan Bajo Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran untuk UMKM
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Kuota 1.000 Turis per Hari di TN Komodo Mulai Uji Coba
– TN Komodo Kembali Dibuka, Pelayaran Malam Tak Diizinkan
– Pelaku Wisata Labuan Bajo Kritik Kinerja Kemenpar


Selanjutnya jasa lainnya sekitar Rp 93 miliar, perumahan kawasan industri dan perkantoran Rp 72 miliar, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp 49 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp 13 miliar.

Selain itu, investasi juga mengalir ke sejumlah sektor lain seperti konstruksi, industri mineral nonlogam, perikanan dan kehutanan, listrik, gas dan air, industri makanan, hingga usaha perkebunan dan peternakan.

Rice menjelaskan minat investor paling besar masih berada di sektor akomodasi dan kuliner. Ratusan pelaku usaha menanamkan modal untuk pengembangan hotel, penginapan, dan restoran.

“Untuk tahun 2025, capaian realisasi investasi sektor pariwisata dari 163 perusahaan terdiri dari beberapa antara lain hotel bintang, hotel bintang tiga, hotel bintang empat, hotel bintang, hotel melati, apartemen hotel, penginapan remaja. Untuk restorannya dari 72 perusahaan,” kata Rice.

Berdasarkan sumber modal, investasi didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai lebih dari Rp 1,7 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) tercatat sekitar Rp 126 miliar atau setara 6,7 persen dari total keseluruhan.

Kontribusi PMA terbesar berasal dari Italia, diikuti Singapura, Malaysia, Inggris, Jepang, serta beberapa negara lain. Masuknya investasi tersebut turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Jumlah tenaga kerja dari 15 sektor sebanyak 1.340, dengan rincian TKA 54 dan TKI 1.286,” tandas Rice.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *