ASITA Mabar Kritik Sistem Tiket SiOra, Agen Wisata Lokal Merasa Tersisih

Pariwisata32 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kabupaten Manggarai Barat menyoroti penggunaan aplikasi SiOra yang dikelola Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Mereka menilai sistem tersebut belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan pelaku usaha wisata setempat, terutama dalam proses pembelian tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Sekretaris ASITA Manggarai Barat, Getrudis Naus, menyebut mekanisme penjualan tiket melalui platform digital itu masih menyisakan keluhan, khususnya saat periode kunjungan ramai wisatawan.

“Cara penjualan ticket masuknya yang kami belum puas,” ujar Getrudis Naus, dilansir Labuan Bajo Voice, Senin (10/2/2026).

Ia menjelaskan, akses pembelian tiket yang terbuka bagi siapa saja dari berbagai daerah membuat agen lokal kesulitan bersaing. Siapa pun dapat memesan tanpa harus berada di Manggarai Barat.

Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada terbatasnya kuota bagi biro perjalanan lokal, terutama saat musim puncak wisata.

“Aplikasi SiOra ini bisa didaftarkan oleh semua orang dari mana saja, biar tidak perlu ada di daerah juga, bahkan diluar daerah juga bisa. Semua orang bisa akses darimana saja, berarti ini tandanya mematikan agen local untuk dapat quota sangat kecil kemungkinan di high seation (Juli – Agustus – September) setiap tahun,” kata Getrudis.


BACA JUGA :
– Pantai Gorontalo Dipenuhi Sampah, Pemda Kerahkan Alat Berat
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Labuan Bajo Kembali Ramai, 357 Kapal Wisata Kantongi Izin Berlayar
– PLN Labuan Bajo Gelar Latihan Kesiapsiagaan Gempa Bumi
– Satpol PP Manggarai Barat Adakan Latihan Penanggulangan Kebakaran


Getrudis menilai BTNK perlu merancang kebijakan khusus agar pelaku usaha daerah tetap mendapat ruang. Ia mengusulkan agar pembelian tiket diprioritaskan bagi anggota ASITA Manggarai Barat.

“Yang beli ticket masuk itu harus member ASITA Mabar, biar pengusaha local di Mabar ini di perdayakan untuk bisa menyaingi pengusaha besar dari luar yang hanya datang pungut uang di musim rame saja, yang susahnya kita masyarakat local,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini ASITA menjadi wadah bagi agen perjalanan lokal yang mengatur paket wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya. Namun, dengan sistem baru, wisatawan bisa membeli tiket sendiri tanpa melalui agen.

“ASITA ini pelaku lokal. Kalau Si ORA itu membuka luas bagi traveler langsung beli ticket SiOra itu untuk apa agent local ada, sama saja kita dengan traveler kan? ASITA mau dapat apa coba,” tegasnya kembali.

Bagi ASITA, penggunaan teknologi bukan masalah utama. Yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kepastian usaha, terutama saat agen sudah menjual paket tetapi tiket di aplikasi ternyata habis.

“Aplikasi tidak masalah cuman yang bergabung di situ untuk beli ticketnya itu yang buat kami di ASITA tidtidak nyaman. Tamu beli paket di kami tapi nanti pas cek ticket di SiOra habis jelas pasti tamunya batal, karena tujuan utama tamu itu kan komodo dulu baru yang lain-lain,” ujarnya.

ASITA berharap pengelolaan tiket TNK ke depan lebih mempertimbangkan keberlangsungan pelaku usaha lokal, sehingga pertumbuhan pariwisata tetap adil dan berkelanjutan di Manggarai Barat.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *