LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Seekor komodo berukuran besar terlihat memasuki area restoran Nuka Beach di kawasan The Golo Mori – ITDC, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (5/2/2026). Satwa liar tersebut tampak bergerak bebas di sekitar kompleks.

Kehadirannya sempat menarik perhatian karyawan setempat. Namun situasi tetap terkendali karena peristiwa terjadi pada pagi hari, saat belum ada aktivitas wisatawan.
General Manager The Golo Mori-ITDC Wahyuaji Munarwiyanto, mengonfirmasi kemunculan hewan tersebut. Ia menduga komodo yang muncul adalah individu yang sama seperti yang sebelumnya terlihat di sekitar Desa Golo Mori.
“Infonya komodo yang kemarin mampir kelihatan sama dengan yang kelihatan di dekat desa Golo Mori juga sebelumnya,” ujar Aji, sapaan akrab Wahyuaji, Sabtu (7/2/2026).
Aji menjelaskan, saat kejadian hanya pegawai yang berada di lokasi. Tidak ada tamu yang menyaksikan langsung kemunculan reptil purba itu karena waktunya masih pagi.
Ia memperkirakan kemunculan komodo merupakan perilaku alami, seperti mencari makan atau berjemur di tempat terbuka.
BACA JUGA :
– ASITA Mabar Kritik Sistem Tiket SiOra, Agen Wisata Lokal Merasa Tersisih
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Labuan Bajo Kembali Ramai, 357 Kapal Wisata Kantongi Izin Berlayar
– PLN Labuan Bajo Gelar Latihan Kesiapsiagaan Gempa Bumi
– Satpol PP Manggarai Barat Adakan Latihan Penanggulangan Kebakaran
“Pada saat itu tidak ada wisatawan yang lihat keberadaan komodo, hanya ada pegawai di kawasan saja, soalnya masih pagi juga pada saat itu, kemungkinan Komodo nya sedang berjemur dan mencari makan,” jelasnya.
Berdasarkan laporan, hanya satu ekor yang terlihat. Ketika Aji kembali ke lokasi pada siang hari, hewan tersebut sudah tidak berada di area restoran.
“1 ekor, kamis pagi kemarin infonya. Saya kamis juga di sana, makan siang juga pas ada tamu datang dari kantor, tapi udah ga ada sih,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan Golo Mori masih termasuk habitat alami komodo. Interaksi antara manusia dan satwa liar berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, pengelola kawasan berencana memperkuat pengawasan dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk BKSDA serta otoritas konservasi.

Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi wisatawan dan pekerja, sekaligus memastikan kelestarian komodo sebagai satwa endemik yang dilindungi.
Edukasi bagi tenaga kerja dan pelaku pariwisata juga dianggap penting agar risiko konflik dengan satwa liar bisa ditekan.
Para pemerhati lingkungan menilai kemunculan komodo di luar Taman Nasional Komodo bukan hal baru. Pergerakan satwa dapat dipicu ketersediaan makanan, perubahan kondisi alam, maupun pola jelajah alaminya.
Pengembangan pariwisata di Golo Mori pun diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, sehingga pembangunan dan konservasi dapat berjalan seimbang.
Sumber: Labuan Bajo Voice
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.















