Labuan Bajo Disorot, Kemenhub Perketat Proses Izin Berlayar Kapal

Pariwisata, Ragam58 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (12/2/2026) sore. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan transportasi laut di wilayah dengan aktivitas pelayaran yang tinggi. Pemerintah daerah, KSOP, asosiasi pariwisata, nakhoda, nelayan, hingga BTNK turut dilibatkan.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menjelaskan Provinsi NTT, khususnya Labuan Bajo dan wilayah kepulauan sekitarnya, memiliki aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Mulai dari kapal wisata, kapal penumpang antarpulau, kapal perintis, hingga kapal nelayan.

Aktivitas tersebut menopang konektivitas dan pariwisata, namun keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama operator kapal, awak kapal, pengguna jasa, nelayan, hingga masyarakat,” kata Masyhud, dilansir Detik bali, Kamis (12/2/2026).

“Karena satu kejadian kecelakaan saja bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mencederai kepercayaan publik terhadap transportasi laut dan pariwisata nasional,” lanjut dia.

Kampanye ini digelar menjelang Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan meningkatkan pergerakan penumpang. Kondisi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian.

“Pada periode Angkutan Lebaran tersebut, kita juga dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan dengan intensitas tinggi. Di berbagai wilayah Indonesia, bencana hidrometeorologi telah terjadi dan harus menjadi perhatian serius kita bersama,” terang Masyud

Ia meminta operator memantau informasi cuaca dan tidak memaksakan pelayaran saat kondisi tidak aman.


BACA JUGA :
– Kebakaran Empat Kapal Wisata di Labuan Bajo
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– HPN 2026, AWAMB Salurkan Buku ke Siswa Sekolah Terpencil
– Kadis Parekrafbud Mabar Klarifikasi Surat Aturan Peliputan Usai Tuai Kritik
– DPRD Mabar Soroti Ketiadaan Posko Keselamatan di TNK


“Lebih baik menunda keberangkatan daripada mempertaruhkan keselamatan jiwa,” tegas dia.

Pengawasan dan pemeriksaan kelaiklautan kapal juga diperketat.

“Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak boleh diberikan izin berlayar, termasuk pengawasan ketat terhadap muatan barang, penumpang, dan kendaraan,” tegas dia.

“Beberapa waktu lalu, insiden kecelakaan kapal di wilayah perairan Indonesia kembali mengingatkan kita bahwa kelalaian sekecil apa pun tidak boleh terjadi. Keselamatan adalah harga mati. Karena itu, saya tegaskan kembali komitmen kita bersama: Zero Compromise for Safety,” lanjut dia.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan keselamatan para penumpang harus menjadi prioritas. Urusan terkait dengan keselamatan, tegas dia, tidak hanya menjadi urusan pemerintah, khususnya KSOP.

“Tapi ini menjadi tanggung jawab semua ya, ini bagian juga kita menunjukkan kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara bahwa berlayar berwisata di Indonesia lebih khusus di Labuan Bajo, Pemerintah dan semua pihak mengutamakan keselamatan,” kata Edi Endi.

Bagikan Alat Keselamatan ke Nahkoda-Nelayan

Kemenhub juga membagikan life jacket, APAR, dan perlengkapan keselamatan kepada nelayan serta pelaku usaha maritim.

“Kita ketahui life jacket itu adalah alat keselamatan yang melindungi diri kita pada saat terjadi musibah,” kata Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kemenhub, Capt. Hendri Ginting,

Ia menjelaskan life jacket sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa apabila terjadi kondisi darurat di laut. Saat terjadi kecelakaan pelayaran, seseorang yang memakai life jacket punya peluang yang besar untuk selamat. Life jacket itu membuat penumpang mengapung.

“Tadi saya sampaikan kalau terjadi accident (kecelakaan), bapak-bapak memakai life jacket insyaallah akan terselamatkan karena bapak akan ngapung,” jelas Hendri.

Selain itu, ujar dia, warga orange life jacket juga memudahkan pencarian korban kecelakaan pelayaran.

“Posisi teman-teman dengan warna orange itu langsung terlihat karena skotletnya itu menunjukkan posisi dia,” terang dia.

Sebanyak 753 life jacket, 29 life buoy, 65 APAR, 400 APD, serta ratusan dokumen pelaut dibagikan secara simbolis.

“Penggunaan Life Jacket adalah langkah sederhana, namun sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa apabila terjadi kondisi darurat di laut. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi bagian dari budaya keselamatan pelayaran di Labuan Bajo dan sekitarnya,” tandas Hendri.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *