Beny Kabur Harman: Jurnalis Harus Jaga Integritas di Labuan Bajo

Ragam28 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Anggota Komisi III DPR RI Beny Kabur Harman menyoroti peran strategis jurnalis dalam menjaga ketertiban hukum serta merawat pluralisme di Labuan Bajo. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Hotel Parleso, Sabtu malam (14/2).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata, berbagai persoalan juga ikut mencuat dan berpotensi memicu konflik sosial.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain sengketa tanah, praktik perdagangan BBM ilegal, produksi sopi, dugaan kriminalisasi oleh aparat penegak hukum, hingga persoalan penguasaan lahan oleh pemerintah.

“Wartawan memiliki peran ganda. Mereka bisa menciptakan masalah maupun memecahkannya,” ungkap Beny dilansir Labuan Bajo Terkini, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh dinamika dan persoalan yang terjadi di Labuan Bajo harus berpijak pada UUD 1945 sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, profesi jurnalis mendapat perlindungan konstitusi, termasuk dalam menjalankan kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi kepada publik.

“Jangan merasa takut. Tanpa kebebasan pers, negara akan terjebak dalam kegelapan,” serunya.


BACA JUGA :
– Kantor Desa Batu Cermin Senilai Rp1,1 Miliar dari Dana Pribadi Resmi Beroperasi
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya
– April 2026, Kunjungan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
– Pelni Labuan Bajo Beri Diskon 30 Persen Tiket Mudik Lebaran 2026


Beny juga mengingatkan agar para jurnalis senantiasa menjadikan UUD 1945 sebagai pedoman utama dalam bekerja, sehingga tidak mudah terintimidasi oleh tekanan dari pihak mana pun.

“Jurnalis perlu menjaga integritas. Hindari merusak keragaman dengan menyebarkan informasi palsu, hoaks, atau berita yang diproduksi oleh pihak tertentu,” tegasnya.

Ia menilai, ketika kebohongan dianggap sebagai kebenaran, maka potensi perpecahan dalam masyarakat multikultural akan semakin besar. Menurutnya, Labuan Bajo yang terus berkembang dan kaya akan keberagaman dapat menjadi kekuatan yang membangun, tetapi juga berisiko menjadi destruktif jika tidak dikelola dengan baik.

“Oleh karena itu, kita perlu menjadikannya sebagai tempat yang damai dan sejahtera bagi semua orang,” ujarnya.

Selain itu, Beny menekankan pentingnya kepekaan jurnalis dalam membaca isu, menyajikan laporan dari berbagai sudut pandang, serta melakukan klarifikasi dan konfirmasi secara berimbang.

Ia juga mengingatkan agar media tidak terjebak pada keberpihakan terhadap kelompok tertentu, termasuk pihak-pihak yang diduga mengambil keuntungan dalam konflik lahan di kawasan pariwisata tersebut.

“Saya sebagai anggota DPR RI juga terbuka untuk kritik jika tidak mewakili kepentingan Labuan Bajo. Yang penting, bedakan kritik terhadap kekuasaan dan kritik pribadi,” jelasnya.

Kemandirian pers dalam memberitakan konflik pertanahan, lanjutnya, harus tetap dijaga. Media diharapkan berdiri pada kepentingan publik dan kebenaran, bukan menjadi alat kelompok tertentu.

“Tugas jurnalis adalah melayani hak publik atas informasi yang akurat, bukan menyebarkan hoaks yang bisa memecah belah masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap peran aktif dan profesionalisme jurnalis dapat membantu Labuan Bajo terus menjaga nilai pluralisme, persatuan, dan kesatuan, sehingga tetap menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun para wisatawan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed