Kuota 1.000 Orang per Hari di TN Komodo Ditolak Pelaku Usaha

Pariwisata63 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sejumlah pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo menolak rencana kuota maksimal 1.000 pengunjung per hari di Taman Nasional Komodo (TNK) yang akan berlaku April 2026. Mereka menilai kebijakan yang masih diuji coba Januari–Maret itu menggunakan kajian daya dukung tahun 2018 yang sudah tidak relevan.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

“Penolakan bukan berarti anti-konservasi. Kami percaya konservasi membutuhkan biaya besar dan pembatasan bukan satu-satunya solusi,” ujar perwakilan pelaku usaha wisata Bahari Cecilia Shelvy, dilansir Labuan Bajo Terkini, Senin (16/2/2026).

Cecilia menyebut setiap lokasi di TNK memiliki karakter berbeda. Pulau Rinca sudah dilengkapi infrastruktur mitigasi, Pulau Padar fokus pada trekking terbatas, sementara Pink Beach dan titik lainnya didominasi aktivitas wisata bahari dan penyelaman.

“Menetapkan satu angka untuk seluruh kawasan tanpa membedakan zonasi adalah pendekatan administratif, bukan ekologis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pembangunan fasilitas konservasi sejak 2018, seperti boardwalk elevated dan sistem pengawasan ranger di Pulau Rinca. Menurutnya, penerapan kuota statis tanpa mempertimbangkan pembaruan infrastruktur dan kondisi lapangan saat ini dinilai tidak tepat.

“Jika kajian benar ada risiko serius kenapa baru diterapkan 8 tahun kemudian? Konservasi harus berbasis data aktual,” tegasnya.


BACA JUGA :
– BKH: Jangan Tutupi Masalah MBG, Presiden Butuh Informasi Akurat
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya
– April 2026, Kunjungan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
– Pelni Labuan Bajo Beri Diskon 30 Persen Tiket Mudik Lebaran 2026


Dari sisi ekonomi, pelaku usaha menilai pembatasan tetap 1.000 orang per hari berpotensi merugikan. Pasalnya, jumlah kunjungan tidak selalu melampaui angka tersebut dan biasanya hanya meningkat signifikan saat musim ramai (peak season). Kuota tetap dianggap tidak fleksibel dan berisiko menekan pendapatan, terutama saat permintaan tinggi.

“Investasi tersebut membutuhkan arus wisatawan yang tumbuh,” ucapnya.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan transparansi data dari pihak pengelola, termasuk peta sebaran titik kunjungan, kapasitas masing-masing lokasi, hingga rincian aktivitas yang diizinkan. Dari total kuota 1.000 orang per hari, disebutkan hanya sekitar 700 slot yang dibuka, sehingga dikhawatirkan menimbulkan potensi praktik tidak sehat.

Sebagai alternatif, pelaku usaha mengusulkan penerapan kuota berbasis zonasi, sistem dinamis sesuai musim kunjungan, keterbukaan data, serta evaluasi berkala berdasarkan pemantauan ilmiah. Mereka juga meminta perhatian lebih pada penindakan illegal fishing, pengelolaan sampah, serta pembukaan jalur wisata baru untuk pemerataan kunjungan.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Hendrikus Rani Siga alias Hengki menyatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap uji coba hingga Maret 2026 sebelum diberlakukan secara permanen. Ia menyebut proses sosialisasi telah dilakukan sejak Oktober 2025 kepada para pelaku usaha.

“Kuota 1.000 orang akan dibagi tiga sesi via aplikasi SiOra, masing-masing 300-330 orang,” ujarnya.

Hengki menjelaskan kuota tersebut mengacu pada kajian tahun 2018 dengan pembatasan khusus di beberapa lokasi, di antaranya Loh Liang maksimal 250 orang, Loh Buaya 150 orang, serta Pulau Padar 60 orang per hari. Untuk kawasan perairan, Karang Makassar dibatasi 32 kapal, Batu Bolong 8 kapal, serta Siaba Besar dan Pulau Mawan masing-masing 20 kapal per hari.

Di titik penyelaman Batu Bolong, akan diterapkan aturan durasi kunjungan guna menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Setiap kelompok penyelam hanya boleh berada di lokasi selama 20 menit untuk menjaga ekosistem bawah laut,” pungkas Hengki.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *