LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Hariyanto selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur di Kementerian Pariwisata melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, guna memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program pengembangan destinasi serta pengelolaan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya pengembangan produk pariwisata yang lebih beragam, termasuk mendorong penguatan wisata darat sebagai upaya memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung.
“Akselerasi wisata darat melalui diversifikasi produk menjadi sebuah urgensi, terutama untuk mengurangi tekanan di kawasan perairan sekaligus memperpanjang durasi tinggal (length of stay) wisatawan,” katanya saat diwawancarai, dilansir Pos-Kupang.com, Kamis (5/3/2026).
Ia menilai, pengembangan berbagai destinasi darat di Manggarai Barat perlu terus dipacu agar pariwisata di Labuan Bajo tidak hanya bertumpu pada aktivitas laut semata.
Optimalisasi kawasan seperti Parapuar dan destinasi darat lainnya dinilai dapat dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia serta penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai.
Selain itu, penyusunan dan penguatan paket wisata darat yang siap dipasarkan juga dianggap penting untuk menambah variasi atraksi sekaligus meningkatkan pengalaman wisatawan yang berkunjung.
BACA JUGA :
- Dugaan Ketidakpatuhan Pajak, Pelaku Usaha di Labuan Bajo Disorot
- Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
- Dari Bali hingga Labuan Bajo, Investor Memilih INBISNIS Property
- Imbas Konflik Global, Imigrasi Labuan Bajo Siagakan Layanan untuk WNA
- Pemkab Manggarai Barat Batasi Kapal Wisata Menginap, Minimal GT 175
Di sisi lain, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata berperan sebagai penghubung sekaligus penggerak koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menyampaikan bahwa lembaganya terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor, termasuk dalam pengembangan aktivitas wisata darat melalui penyusunan pola perjalanan wisata atau travel pattern yang telah disusun bersama berbagai pihak terkait.
“Kami di BPOLBF terus mendorong implementasi travel pattern yang telah disusun untuk berbagai destinasi dan aktivitas di Kota Labuan Bajo, termasuk wisata religi Katolik, desa wisata, serta penguatan beragam event darat sebagai strategi memperpanjang lama tinggal wisatawan,” tuturnya.
Lebih lanjut, pengembangan kawasan wisata terpadu di Parapuar juga menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan Weekend at Parapuar yang dirancang sebagai atraksi wisata darat yang terkurasi, terintegrasi, dan siap dipasarkan kepada wisatawan.

Kunjungan kerja ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, guna memastikan pembangunan sektor pariwisata di Labuan Bajo Flores berjalan secara aman, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika perkembangan ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia pariwisata terutama bagi tenaga kerja pada aktivitas wisata bahari penataan regulasi dan perizinan, dukungan terhadap pengembangan desa wisata, serta penguatan aspek keselamatan dan keamanan wisatawan.
Seluruh isu tersebut nantinya akan diteruskan secara resmi oleh Kementerian Pariwisata kepada kementerian dan lembaga terkait untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.















