Jelang Lebaran, Dinas Peternakan Mabar Perketat Pengawasan Daging

Ragam738 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Menjelang perayaan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memperketat pengawasan terhadap peredaran daging di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Langkah ini dilakukan guna memastikan produk pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Kegiatan pengawasan dilakukan secara rutin dengan menyasar sejumlah titik penjualan daging di wilayah Labuan Bajo hingga kecamatan lain seperti Lembor. Pemeriksaan difokuskan pada kualitas dan kelayakan daging sebelum sampai ke tangan konsumen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat, Abidin, menyampaikan bahwa pihaknya secara berkala mengambil sampel daging untuk diuji di laboratorium guna memastikan keamanan produk yang beredar di pasaran.

“Kami melakukan pengambilan sampel secara rutin, minimal sekali dalam seminggu. Sampel tersebut diambil dari berbagai pasar, baik di Labuan Bajo maupun di kecamatan seperti Lembor, kemudian diperiksa di Laboratorium IPC untuk memastikan kualitasnya,” kata Abidin, dilansir Rri, Kamis (12/3/2026).


BACA JUGA :


Ia menjelaskan, proses pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga dimulai sejak tahap penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Petugas melakukan pemeriksaan ante-mortem sebelum hewan dipotong serta post-mortem setelah penyembelihan untuk memastikan kondisi daging layak konsumsi.

Selain itu, peran petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di tingkat kecamatan turut dioptimalkan untuk memantau lalu lintas ternak serta distribusi daging ayam di wilayah masing-masing. Pengawasan ini diharapkan mampu mencegah beredarnya daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Abidin juga mengingatkan peternak maupun pedagang agar tidak memotong hewan yang dalam kondisi sakit, karena hal tersebut berisiko terhadap kesehatan konsumen.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi atau memperjualbelikan daging yang diduga berasal dari hewan sakit. Jika ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit, segera laporkan kepada petugas di kecamatan agar dapat ditangani terlebih dahulu,” ujarnya.

Dinas Peternakan turut meminta masyarakat lebih cermat saat membeli daging, termasuk memperhatikan warna, tekstur, dan aroma. Apabila ditemukan indikasi daging tidak layak konsumsi, warga diharapkan segera melapor kepada petugas terkait.

Melalui pengawasan yang lebih intensif ini, pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan di Manggarai Barat selama periode menjelang Hari Raya Idulfitri.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *