27 Ribu Stok Vaksin Rabies, Mabar Optimis Tekan Kasus Hingga Nol

Ragam38 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Ketersediaan stok vaksin untuk Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Manggarai Barat saat ini dinilai mencukupi. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat mencatat jumlah vaksin yang tersedia mencapai sekitar 27 ribu dosis, atau lebih banyak dibandingkan total populasi HPR yang ada di wilayah tersebut.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Berdasarkan data tahun 2025, populasi HPR di Manggarai Barat tercatat sebanyak 22.035 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 21.524 ekor anjing, 504 ekor kucing, serta tujuh ekor kera.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Abidin, menyebutkan sepanjang periode yang sama tercatat sebanyak 1.562 kasus gigitan hewan penular rabies. Meski demikian, hanya satu kasus yang dinyatakan positif rabies.

“Tapi syukur puji Tuhan dari sekian kasus gigitan itu satu saja yang kategori positif. Itu pun kami sudah upayakan agar kejadian ini tidak terulang, kasus ini tidak terulang, ini terjadi di Kecamatan Komodo,” ujar Abidin, dilansir Pos-Kupang, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, insiden gigitan hewan umumnya dipicu oleh berbagai faktor, seperti hewan yang merasa terganggu, kurang mendapatkan pakan, atau melindungi anaknya, khususnya pada anjing yang sedang dalam masa melahirkan.


BACA JUGA :


“Dan dalam hal ini sangat saya harapkan agar pemeliharaan ini mungkin menjadi budaya. Tapi dalam hal ini harus diwaspadai, harus tetap dikontrol. Apalagi kan kita ini misalnya dalam rumah ada piara juga, piara kucing, piara anjing juga,” tutur Abidin.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memelihara hewan penular rabies, termasuk dengan membatasi jumlah peliharaan serta memastikan hewan mendapatkan perawatan yang baik.

Selain itu, pemilik hewan juga diingatkan untuk melakukan vaksinasi secara rutin serta segera melaporkan setiap kasus gigitan kepada petugas di tingkat kecamatan maupun dokter hewan yang bertugas di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

“Terus hindari melakukan kekerasan terhadap hewan juga. Karena mungkin dari sini nanti timbul. Mereka gigit kejar orang,” kata Abidin.

Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kasus rabies. Upaya ini dinilai penting guna mendukung citra Manggarai Barat sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang aman dan sehat bagi masyarakat maupun wisatawan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *