Mudik Naik, Wisatawan Asing Turun di Labuan Bajo

Bisnis, Pariwisata1193 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pergerakan arus mudik melalui jalur laut di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan menjelang perayaan Lebaran 2026. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, yang justru mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Data Posko Terpadu per 17 Maret 2026 pukul 08.00 WITA mencatat sebanyak 12 kapal tiba di pelabuhan dengan total 1.375 penumpang turun dan 2.516 penumpang berangkat. Secara keseluruhan, jumlah penumpang mudik pada tahun ini meningkat 20,65 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menyebutkan adanya perbedaan tren antara angkutan mudik dan aktivitas wisata di kawasan tersebut.

“Secara umum, arus mudik mengalami peningkatan, tetapi untuk wisatawan asing saat ini memang sedang menurun karena beberapa faktor,” ujarnya, dilansir Rri, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari memasuki periode low season, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, hingga dinamika global yang turut berdampak pada minat perjalanan wisata.


BACA JUGA :


“Saat ini kita memasuki low season, ditambah faktor cuaca dan kondisi global yang ikut memengaruhi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo,” katanya.

Meski kunjungan wisatawan asing menurun, aktivitas pariwisata laut di Labuan Bajo masih tetap berjalan. Selama masa pemantauan, tercatat 401 kunjungan kapal wisata dengan jumlah 4.317 wisatawan turun dan 4.348 wisatawan berangkat.

Dari sisi kesiapan transportasi laut, kapasitas armada yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat selama musim mudik.

Total daya angkut mencapai 8.722 penumpang dengan dukungan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal perintis, kapal penyeberangan, kapal roro, hingga kapal milik PT PELNI. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional, instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi pemantauan kondisi cuaca secara real-time, penyediaan armada cadangan, serta penguatan pengamanan yang melibatkan sekitar 22 instansi, termasuk unsur TNI, Polri, dan Basarnas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa potongan harga tiket kapal laut melalui PT PELNI guna membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.

Situasi ini menunjukkan bahwa Labuan Bajo saat ini menghadapi dua dinamika sekaligus, yakni peningkatan arus mudik di satu sisi dan penurunan kunjungan wisatawan di sisi lainnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *