LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi ratusan anggotanya. Sebanyak 224 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Jalan Frans Nala, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, pada Senin (16/3/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian proses perekrutan anggota baru yang telah melalui sejumlah tahapan seleksi sebelumnya. Para peserta yang hadir dinilai telah memenuhi kualifikasi dasar untuk mengikuti pembekalan lanjutan di bidang kepemanduan wisata.
“Dua tahap yang tadi disampaikan yaitu seleksi bekas dan wawancara hari ini adalah Diklat. Diklat ini akan berlangsung selama tiga hari. Diklat ini adalah pengenalan dari 19 unit kompetensi. Dari 19 unit kompetensi itu ada sekitar sembilan unit kompetensi yang betul-betul inti yang berkaitan dengan bidang kepemanduan wisata,” terang Lois Karya, dilansir Pos-Kupang, Selasa (17/3/2026).
Peserta Diklat diketahui memiliki kemampuan komunikasi dalam berbagai bahasa asing, seperti Jepang, Spanyol, Perancis, Jerman, serta bahasa Inggris yang menjadi bahasa paling dominan selain bahasa Indonesia. Kemampuan tersebut diharapkan mampu menunjang kualitas pelayanan kepada wisatawan mancanegara.
Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini tidak sekedar menjadi agenda organisasi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan sistem pengendalian kualitas profesi pramuwisata. Di Indonesia sendiri, Himpunan Pramuwisata Indonesia menjadi satu-satunya organisasi yang menaungi profesi pemandu wisata secara nasional.
BACA JUGA :
- 27 Ribu Stok Vaksin Rabies, Mabar Optimis Tekan Kasus Hingga Nol
- Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
- Dari Bali hingga Labuan Bajo, Investor Memilih INBISNIS Property
- Kemenag Manggarai Barat Bagikan THR dan Edukasi Generasi Muda
- Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah dari Labuan Bajo ke Bima
“Organisasi ini ada secara global, secara internasional. Disebut sebagai World Federation Tourist Guide Association. Secara nasional di Indonesia, namanya adalah Kumpulan Pramuwisata Indonesia.
Ada DPP, DPD, DPD di Pusat, DPD di Provinsi, dan DPC di Kabupaten,”
Pelaksanaan Diklat ini juga mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di sektor jasa pariwisata. Standar tersebut disusun sebagai pedoman peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu bersaing secara profesional.
“Dan kami atas nama organisasi ingin yang dipraktikkan yang pertama adalah skill, yang kedua adalah knowledge atau pengetahuan, dan yang ketiga adalah attitude. Karena untuk menjadi seorang pemerintah, it is not only English speaking. Tetapi dia harus memiliki tiga aspek ini tadi,”
Secara keseluruhan terdapat 36 unit kompetensi dalam bidang kepemanduan wisata. Namun dalam Diklat yang berlangsung selama tiga hari ini, peserta hanya diperkenalkan pada 19 unit kompetensi utama sebagai dasar pembelajaran.

Ketua DPP HPI, Imam Widodo, juga hadir memberikan materi motivasi dan penguatan etika profesi kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga citra organisasi serta solidaritas antaranggota.
“Itu untuk menjaga teman-teman semuanya. Jadi jangan sampai satu rusak merusak semuanya. Kalau saya berpikir seperti itu. Ini supaya teman-teman juga semua bisa selamat,”
Suasana pelatihan berlangsung tertib dan penuh keseriusan. Para peserta tampak rapi mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, dengan fokus mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh narasumber di atas panggung.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.















