Padar Dibatasi Jam Kunjungan di TN Komodo

Pariwisata1391 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Balai Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) mulai menyiapkan skema baru pengaturan kunjungan wisata di Pulau Padar, khususnya kawasan Padar Selatan, yang rencananya diterapkan pada April 2026.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang kerap memadati destinasi tersebut.

Kebijakan ini merupakan bagian dari penerapan pembatasan jumlah kunjungan ke Taman Nasional Komodo yang kini ditetapkan maksimal 1.000 orang per hari atau 365 ribu orang per tahun. Pengaturan lebih rinci difokuskan pada titik-titik favorit yang paling ramai dikunjungi wisatawan.

Koordinator Urusan Kehumasan, Kerja Sama, dan Pelayanan Perizinan BTNK, Maria Rosdalima Panggur menyebut Pulau Padar menjadi prioritas pengaturan karena tingginya angka kunjungan dibanding lokasi lain di kawasan taman nasional.

Sebagai langkah pengendalian, BTNK akan membagi kunjungan ke Padar Selatan dalam tiga sesi waktu, yakni pagi, siang, dan sore. Setiap sesi dibatasi hanya untuk sekitar 300 hingga 330 orang guna menghindari penumpukan wisatawan di satu waktu.

“Sesi I untuk tamu-tamu yang sudah ada di sekitar lokasi. Sesi II untuk yang open trip biasanya tiba di lokasi jam 08.00 Wita dan dilanjutkan sesi III. Pembagian ini hanya untuk Padar. Tidak berlaku untuk spot lain,” terang Maria, dilansir Kompas.com, Senin (30/3/2026).


BACA JUGA :


Rencana ini disusun berdasarkan evaluasi data kunjungan sepanjang 2025. Pada periode puncak, terutama Juli 2025, jumlah wisatawan yang datang ke Padar Selatan tercatat mencapai 32.890 orang, jauh melampaui kapasitas ideal yang direkomendasikan.

“Sebelumnya tidak ada pengaturan per sesi seperti yang kita rencanakan. Tapi setelah melihat ini, pengaturan ini akan kita berlakukan tahun ini,” lanjut dia.

Selain pembagian waktu kunjungan, BTNK juga akan melakukan penyesuaian terhadap pola penjualan paket wisata oleh agen perjalanan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kunjungan pada hari-hari tertentu.

Dari hasil evaluasi, kunjungan wisatawan cenderung membludak pada hari Selasa dan Sabtu karena banyak paket open trip dijadwalkan pada hari tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan di lapangan.

“Kita menemukan pola-pola penjualan open trip banyak di hari itu. Jadi kita intervensi untuk tidak hanya fokus hari tertentu.”

Sementara itu, dari total kuota 365 ribu kunjungan wisatawan pada 2026, sebagian sudah terpakai sejak awal tahun. Hingga akhir Maret, jumlah kunjungan yang tercatat mencapai 62.942 orang.

“Sebagian sudah terpakai, ada juga yang sudah di-booking di hari-hari berikut dan dipastikan akan datang,” jelas dia.

Dengan demikian, sisa kuota kunjungan yang masih tersedia hingga Senin (30/3/2026) tercatat sebanyak 302.058 orang. Informasi terkait ketersediaan kuota harian dapat diakses melalui aplikasi resmi BTNK, Siora, yang digunakan untuk memantau dan mengatur kunjungan wisatawan secara real time.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *