Pastor Katolik Jadi Ketua Panitia MTQ Mabar, Simbol Toleransi Nyata

Religi114 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kehidupan masyarakat di Labuan Bajo kembali menunjukkan wajah toleransi yang nyata. Hal ini terlihat dari keterlibatan seorang tokoh Gereja Katolik dalam kegiatan keagamaan umat Islam di daerah tersebut.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Vikjen Keuskupan Labuan Bajo atau Wakil Uskup Katolik, RD. Richard Manggu, dipercaya memegang peran sebagai Ketua Umum panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Manggarai Barat tahun 2026. 

Penunjukan ini dinilai sebagai simbol kuat kebersamaan antar umat beragama yang telah lama tumbuh di wilayah tersebut.

Simbol Kebersamaan Antar Umat

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Nambut, mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada RD Richard Manggu mencerminkan nilai persaudaraan yang sudah menjadi budaya masyarakat setempat.

“Kita tentu ingin menunjukkan bahwa di Manggarai Barat, toleransi tidak berhenti di atas spanduk atau sekadar kalimat indah saat pidato. Toleransi itu sudah meresap, menjadi napas, dan detak jantung kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Fransiskus, dilansir Labuan Bajo terkini, Selasa (7/4).

Menurutnya, kolaborasi lintas agama dalam sebuah kegiatan besar seperti MTQ memperlihatkan bahwa masyarakat Manggarai Barat tidak membatasi diri pada perbedaan keyakinan, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan untuk saling mendukung.

“Hadirnya RD Richard Manggu memimpin panitia ini adalah pesan kuat bahwa di sini tidak ada sekat. Kami semua bersaudara, bekerja bahu-membahu demi kepentingan bersama,” tambahnya.


BACA JUGA :


Ia juga menilai, kondisi ini menjadi contoh positif di tengah berbagai tantangan keberagaman yang kerap muncul di sejumlah daerah di Indonesia.

Persiapan Bersama Mensukseskan MTQ

Dalam proses persiapan kegiatan, berbagai unsur masyarakat ikut berpartisipasi aktif. Mulai dari pengaturan lokasi hingga kesiapan teknis, semua dilakukan secara gotong royong tanpa memandang latar belakang agama.

Fransiskus menggambarkan suasana tersebut sebagai bentuk nyata kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Ada tangan seorang imam Katolik yang ikut memastikan pengeras suara berfungsi dengan baik, kursi tamu tertata rapi, dan semua peserta merasa sedang berada di dalam rumahnya sendiri,” ujarnya.

MTQ tingkat Kabupaten Manggarai Barat dijadwalkan berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di halaman Masjid Nurul Falah, Wae Mata, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan acara.

Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi tahapan penting dalam memilih peserta terbaik untuk mewakili Manggarai Barat pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelaksanaan MTQ tingkat provinsi sendiri direncanakan berlangsung di Kabupaten Nagekeo pada 20 Juni hingga 1 Juli 2026. Para peserta yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa prestasi sekaligus memperkenalkan semangat toleransi dari Manggarai Barat.

Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, penyelenggaraan MTQ tahun ini juga menjadi cerminan keharmonisan antar umat beragama di Manggarai Barat, dimana perbedaan keyakinan tetap berjalan selaras dalam semangat persaudaraan.

Well, silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Follow Instagram LABUAN BAJO TODAY dan bergabung di Group WA untuk mendapatkan berita terbaru seputar Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Jangan tertinggal berita terupdate, tetap terhubung bersama LABUAN BAJO TODAY!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *