LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Potensi kebakaran lahan dan berkurangnya ketersediaan air bersih diperkirakan meningkat seiring puncak musim kemarau yang akan melanda Kabupaten Manggarai Barat pada Juli hingga September 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manggarai Barat mengimbau pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Langkah antisipasi itu telah dilakukan melalui penyampaian surat peringatan kepada pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), sejak awal musim kemarau pada April 2026.
“Puncak kemarau pada Juli-September. Tergantung zona musimnya,” ujar Maria, dilansir Kompas.com, Rabu (24/6/2026).
Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa salah satu dampak yang perlu diantisipasi selama musim kemarau adalah meningkatnya potensi kebakaran di kawasan savana maupun lahan dengan vegetasi kering. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan apabila terjadi kebakaran.
Sebagai contoh, Maria menyinggung peristiwa kebakaran savana di dekat Hotel Ayana Labuan Bajo beberapa waktu lalu. Menurutnya, kebakaran itu meluas karena vegetasi yang mengering selama musim kemarau sehingga mempercepat penyebaran api.
“Selain itu, juga antisipasi terhadap keterbatasan sumber air alami, kemudian penyesuaian pola dan kalender tanam sesuai kondisi iklim serta pemilihan varietas tanaman yang adaptif terhadap kondisi kering,” kata Maria.
BACA JUGA :
- OJK NTT Ingatkan UMKM Waspadai Keuangan Ilegal
- PBSI NTT Siapkan Atlet Menuju PON 2028 Lewat Kejurprov di Labuan Bajo
- Dari Bali hingga Labuan Bajo, Investor Memilih INBISNIS Property
- Kemenpar Mulai ‘Jual’ Kedalaman Laut Labuan Bajo ke Investor Global
- Waspada Mafia Tanah, INBISNIS Law Firm Layani Konsultasi dan Penyuluhan Hukum Gratis di Manggarai Barat
Selain masyarakat, BMKG juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola kawasan wisata. Pengelola diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di kawasan wisata alam sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi wisatawan selama musim kemarau berlangsung.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi kebakaran lahan.
Seluruh armada pemadam kebakaran dipastikan dalam kondisi siap beroperasi, termasuk kelengkapan alat pelindung diri bagi seluruh personel.
“Pengecekan personel dilakukan setiap hari. Kita juga melakukan simulasi penanganan kebakaran hutan, lahan, dan permukiman,” ujar Yeremias.
Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, Satpol PP juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
Melalui langkah pencegahan dan koordinasi lintas instansi, pemerintah berharap risiko kebakaran serta dampak lain akibat puncak musim kemarau dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan dengan aman.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.















