Dua Turis China Meninggal saat Snorkeling di Pulau Kelor Labuan Bajo

Ragam152 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Aktivitas wisata bahari di Perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, berujung duka setelah dua wisatawan asal China meninggal dunia akibat tenggelam saat snorkeling, Rabu (15/7/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Korban diketahui bernama Guo Xingyou dan Sha Gingyang. Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat untuk dilakukan proses evakuasi.

Menurut informasi yang diterima petugas, kedua wisatawan mulai melakukan snorkeling sekitar pukul 12.00 WITA. Saat berada di perairan, keduanya diduga terseret gelombang hingga akhirnya tenggelam.

Sekitar pukul 12.45 WITA, Guo Xingyou berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim SAR Gabungan bersama wisatawan lain langsung memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama perjalanan menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Setelah dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo, korban mendapat penanganan medis. Namun, tim dokter menyatakan Guo Xingyou telah meninggal dunia.


BACA JUGA :


Sementara itu, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap Sha Gingyang dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan nelayan dan unsur potensi SAR lainnya.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 16.44 WITA. Korban ditemukan di koordinat 8°32’50.59″ LS – 119°49’7.15″ BT pada kedalaman sekitar 23 meter atau sekitar 0,21 nautical mile dari titik awal kejadian.

Jenazah Sha Gingyang kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebelum dibawa ke RSUD Komodo untuk penanganan lebih lanjut oleh tim medis.

Dengan ditemukannya seluruh korban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere bersama Tim SAR Gabungan resmi mengakhiri operasi pencarian setelah seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan.


Peristiwa tersebut menjadi perhatian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas wisata bahari agar terus meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan snorkeling maupun kegiatan di laut.

Keselamatan wisatawan dinilai tetap harus menjadi prioritas utama melalui kepatuhan terhadap prosedur keamanan, penggunaan perlengkapan yang memadai, serta pemantauan kondisi perairan sebelum aktivitas wisata berlangsung.

Sumber: RakyatNTT.id

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *