Disparekraf Mabar Siapkan Penataan Pulau Kelor Pascainsiden Wisatawan China

Pariwisata, Ragam107 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mempercepat penataan Pulau Kelor setelah dua wisatawan asal China meninggal dunia saat snorkeling di kawasan tersebut pada Rabu (15/7/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Kepala Disparekraf Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas infrastruktur serta memperkuat aspek keselamatan di destinasi wisata.

“Berdasarkan informasi sementara yang sudah masuk kepada saya, pelaku usaha yang terlibat dalam transportasi maupun kegiatan wisata di lokasi tersebut telah memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku,” ujar Petrus, dikutip Poskupang.com, Kamis (16/7/2026).

Meski seluruh pelaku usaha disebut telah mengantongi perizinan sesuai ketentuan, pemerintah menilai peningkatan fasilitas pendukung dan standar keamanan tetap menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Menurut Petrus, rencana penataan Pulau Kelor sebenarnya telah disiapkan sebelum insiden terjadi sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan masyarakat mengenai kondisi kawasan wisata tersebut.


BACA JUGA :


“Jauh sebelum kejadian ini, pemerintah kabupaten sudah merespons berbagai aspirasi masyarakat terkait penataan ulang destinasi Pulau Kelor,” ujarnya.

Program penataan akan mencakup peningkatan infrastruktur, penyediaan fasilitas keselamatan, serta pengelolaan kawasan agar aktivitas wisata berlangsung lebih aman, tertata, dan nyaman bagi pengunjung.

Sementara itu, jenazah dua wisatawan asal China, Guo Xingyu (29) dan Sha Gingyang (30), masih berada di kamar jenazah RSUD Komodo karena menunggu kedatangan keluarga dari negara asal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Mathaus, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menyampaikan informasi kepada perwakilan Republik Rakyat Tiongkok.


“Kami telah berkoordinasi agar informasi ini segera diteruskan kepada perwakilan RRT untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan informasi dari Konjen di Bali, keluarga korban sudah menerima kabar dan akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat,” ujar Charles.

Pemerintah berharap evaluasi terhadap pengelolaan Pulau Kelor dapat memperkuat standar keselamatan wisata sehingga kepercayaan wisatawan tetap terjaga dan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *