BPOLBF Siapkan Sistem Verifikasi Travel Agent untuk Jaga Kepercayaan Wisatawan

Pariwisata62 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Upaya memperkuat tata kelola pariwisata di Labuan Bajo terus dilakukan. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kini memperkuat proses verifikasi travel agent dan tour operator guna meningkatkan perlindungan wisatawan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap destinasi wisata di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan penguatan tata kelola pelaku usaha pariwisata menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan layanan wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujar Andhy, dikutip dari rri.co.id, Selasa (21/7/2026).

Menurut Andhy, sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Labuan Bajo membutuhkan sistem tata kelola yang mampu menjamin legalitas pelaku usaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

BPOLBF mencatat masih terdapat sejumlah kasus yang melibatkan agen perjalanan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan wisatawan serta citra Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.


BACA JUGA :


Karena itu, BPOLBF mendorong tersedianya sistem informasi resmi yang memuat daftar travel agent dan tour operator berizin, verifikasi legalitas pelaku usaha, penerapan standar pelayanan, mekanisme pengaduan wisatawan, hingga pembinaan bagi pelaku usaha pariwisata.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPOLBF memperkenalkan daftar travel agent dan tour operator yang telah terdaftar pada asosiasi dan dapat diakses masyarakat melalui kode QR.

Berdasarkan data tahun 2026, DPC ASITA Manggarai Raya memiliki 42 anggota, Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK) sebanyak 10 anggota, HPI Manggarai Barat 505 anggota, serta P3KOM dengan 104 anggota.

Melalui informasi resmi tersebut, BPOLBF berharap wisatawan lebih mudah memilih jasa perjalanan yang telah memenuhi ketentuan, sekaligus mendorong pelaku usaha terus meningkatkan kualitas pelayanan.


“Melalui sinergi pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, dan media, kami ingin memperkuat tata kelola destinasi serta meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang berkelanjutan,” ungkap Andhy.

Penguatan verifikasi pelaku usaha pariwisata diharapkan mampu menciptakan ekosistem wisata yang lebih tertata, meningkatkan rasa aman wisatawan, serta memperkuat daya saing Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *