PNBP Imigrasi NTT Tembus Rp21,4 Miliar, Kunjungan Wisatawan Jadi Pendorong Utama

Pariwisata41 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR  – Arus kunjungan wisatawan mancanegara yang terus meningkat ke sejumlah destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur, seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Kupang, turut mendorong penerimaan negara dari sektor keimigrasian. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Sepanjang semester I 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT membukukan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21,49 miliar atau mencapai 85,61 persen dari target periode yang sama.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, mengatakan capaian tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas keimigrasian seiring bertambahnya kunjungan wisatawan asing ke berbagai destinasi di NTT.

“Untuk capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp21.487.839.000 atau meningkat 85,61 persen dari target yang ditetapkan pada periode yang sama,” ujar Saroha Manullang, dikutip dari detikBali, Jumat (24/7/2026).

Selain mencatat peningkatan PNBP, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT juga menerbitkan sebanyak 10.071 paspor dan 22.016 izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) selama Januari hingga Juni 2026.


BACA JUGA :


“Dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan, kami berupaya bersama seluruh jajaran imigrasi yang ada di NTT memaksimalkan segala potensi sumber daya yang dimiliki,” ujar Saroha Manullang.

Atas capaian tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT meraih peringkat kedua terbaik secara nasional dalam penilaian kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Di bidang pengawasan, Imigrasi NTT mengoptimalkan operasi secara mandiri maupun melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dan operasi gabungan untuk mengawasi wilayah seluas sekitar 47.350 kilometer persegi yang mencakup 1.192 pulau.

“Sedangkan total pelintas yang melewati wilayah NTT selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 368.162 orang. Terdiri dari 177.341 keberangkatan dan 190.821 kedatangan,” terang Saroha.


Saroha menjelaskan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencegah pelanggaran keimigrasian di pintu masuk internasional. 

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua meningkatkan pengawasan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste melalui kolaborasi dengan instansi terkait.

“Atambua adalah pos terdepan negara. Tantangannya sangat kompleks, mulai dari lalu lintas perbatasan hingga potensi kerawanan imigrasi. Kami fokus pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pengawasan di garis perbatasan dengan tetap mengedepankan keamanan dan kedaulatan negara,” tegas Saroha.

Di Flores bagian timur, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT juga berencana membentuk Kantor Imigrasi di Larantuka untuk memperluas akses pelayanan keimigrasian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *