Karnaval Budaya Festival Golo Koe Bukan Sekadar Parade, tetapi Doa Bersama

Event, Pariwisata392 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR  – Karnaval Budaya yang menjadi salah satu rangkaian Festival Golo Koe 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan keberagaman budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai doa bersama untuk merawat keutuhan ciptaan.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Kepala Bidang Kebudayaan & Kesenian Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Fransiskus Selmans, S.S. mengatakan karnaval budaya tahun ini mengusung semangat sesuai tema Festival Golo Koe, yakni “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergi untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”

“Karnaval ini bukan soal pawai atau parade, tetapi merupakan doa di sepanjang perjalanan karnaval itu sendiri. Kami berharap semua orang terpanggil untuk bersama-sama merawat keutuhan ciptaan sesuai tema Festival Golo Koe,” kata Fransiskus saat diwawancarai, Selasa (28/7/2026).


BACA JUGA :


Menurutnya, makna “ziarah komunal” dalam tema festival mencerminkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga budaya, lingkungan, dan pariwisata. Sementara “persekutuan sinergi” diartikan sebagai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, paguyuban, komunitas, hingga lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

Fransiskus menjelaskan, melalui Karnaval Budaya, panitia ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kekayaan budaya daerah melalui kostum adat dan pertunjukan seni, tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual yang menjadi ruh Festival Golo Koe.

“Kami membuka ruang kepada seluruh paguyuban, kelompok, sanggar, dan sekolah untuk mengikuti karnaval budaya. Ini menjadi momentum untuk bersama-sama menjaga budaya, lingkungan, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Manggarai Barat,” ujarnya.


Ia menambahkan, peserta karnaval diharapkan mengenakan kostum budaya daerah dan menampilkan tarian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Penampilan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian Karnaval Budaya yang digelar selama Festival Golo Koe pada 10–15 Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata berharap Festival Golo Koe tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga menjadi wadah memperkuat identitas budaya serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan secara bersama-sama.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *