LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Siru 2026 tidak hanya memperlihatkan persaingan antarcalon untuk mendapatkan mandat masyarakat. Tahapan demokrasi desa itu juga memperlihatkan bagaimana nilai adat dan persaudaraan tetap melekat dalam kehidupan politik masyarakat.

Pesan tersebut terlihat dalam prosesi pengambilan nomor urut calon Kepala Desa Siru yang berlangsung Kamis (6/8/2026). Salah satu calon, Jumaidin, hadir bersama keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta puluhan pendukung.
Kehadiran rombongan dalam jumlah besar bukan sekadar bentuk dukungan terhadap calon. Prosesi tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan unsur masyarakat dalam mengiringi salah satu tahapan penting Pilkades Siru.
Menariknya, sejumlah tokoh yang mendampingi Jumaidin mengenakan pakaian bernuansa adat, lengkap dengan selendang tenun dan songkok. Identitas budaya tersebut terlihat sepanjang perjalanan menuju lokasi pengambilan nomor urut.
Rombongan berjalan melewati jalan pedesaan dengan pemandangan hamparan sawah dan pegunungan. Masyarakat yang berada di sepanjang perjalanan turut menyaksikan prosesi tersebut dalam suasana yang berlangsung tertib dan kekeluargaan.
Ketika Adat Hadir dalam Demokrasi Desa
Keterlibatan tokoh adat dan penggunaan atribut budaya memberikan warna tersendiri dalam tahapan Pilkades Siru 2026. Politik desa tidak hanya berlangsung dalam ruang administratif, tetapi bersentuhan langsung dengan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat.
Perwakilan tokoh masyarakat setempat menyebut penggunaan atribut adat dan keterlibatan masyarakat merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
BACA JUGA :
- Karnaval Budaya Festival Golo Koe Bukan Sekadar Parade, tetapi Doa Bersama
- ASITA NTT Dorong Kolaborasi Promosi Pariwisata Bersama Pemerintah Daerah
- Event Pariwisata Nasional Dongkrak Ekonomi hingga Ratusan Miliar
- Pariwisata Premium Buka Peluang Investasi di Flores Barat
- Bali dan Labuan Bajo Jadi Magnet Investasi Properti 2026
Dalam konteks masyarakat desa, hubungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kehidupan bersama. Ikatan keluarga, persaudaraan, adat, serta hubungan antartetangga membuat setiap dinamika politik dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Karena itu, Pilkades tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak. Proses tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang harus dijalankan dengan tetap menjaga hubungan antarsesama.
Kebersamaan yang terlihat dalam prosesi penghantaran Jumaidin juga membawa pesan agar perbedaan pilihan politik tidak menghilangkan persaudaraan. Kompetisi politik diharapkan tetap berlangsung secara sehat tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Nomor Urut Menjadi Awal Persaingan
Setibanya di sekretariat Panitia Pilkades Desa Siru, rombongan Jumaidin diterima oleh panitia pelaksana. Tahapan pengambilan nomor urut kemudian dilaksanakan secara terbuka dengan disaksikan panitia, pengawas, serta elemen masyarakat Desa Siru.
Pengambilan nomor urut menjadi salah satu tahapan penting sebelum para calon memasuki fase persaingan untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.
Namun, nomor urut pada akhirnya hanya menjadi bagian administratif dari sebuah proses demokrasi. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan secara aman, transparan, adil, dan tetap menghormati pilihan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi penting karena hasil Pilkades nantinya tidak hanya menentukan sosok yang memimpin pemerintahan desa. Pemimpin terpilih juga akan menjalankan pemerintahan di tengah masyarakat yang tetap harus hidup bersama setelah seluruh tahapan politik berakhir.
Jumaidin Dorong Pilkades Tetap Kondusif
Melalui momentum pengambilan nomor urut, Jumaidin berharap seluruh rangkaian Pilkades Desa Siru 2026 dapat berlangsung aman, damai, transparan, dan adil.
Ia juga berharap perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Bagi masyarakat desa, menjaga hubungan sosial setelah kontestasi berakhir merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan bersama.
Pilkades diharapkan tidak berhenti pada persoalan siapa yang memenangkan kompetisi. Lebih dari itu, proses demokrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melahirkan kepemimpinan yang dapat membawa kemajuan bagi Desa Siru.
Prosesi penghantaran Jumaidin dengan nuansa adat menunjukkan bahwa demokrasi desa dapat berjalan berdampingan dengan identitas budaya masyarakat. Tradisi tidak harus ditempatkan terpisah dari proses politik, tetapi dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga nilai kebersamaan.

Di tengah dinamika Pilkades Siru 2026, pesan tersebut menjadi relevan. Persaingan politik dapat berlangsung, tetapi hubungan keluarga, persaudaraan, adat, dan kehidupan sosial masyarakat tetap harus menjadi fondasi yang dijaga bersama.
Pada akhirnya, nomor urut hanya menjadi penanda dalam kontestasi. Keputusan tetap berada di tangan masyarakat melalui proses demokrasi yang dijalankan sesuai tahapan dan aturan yang berlaku.
Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat untuk memimpin Desa Siru, tantangan berikutnya adalah menjaga persatuan masyarakat serta menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi pembangunan dan kemajuan desa.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.
















