Bandara Komodo Siapkan Alat Pemindai Suhu Cegah Super Flu dan Virus Nipah

Ragam49 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dilengkapi dua alat pemindai suhu tubuh sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya virus Nipah serta influenza A (H3N2) subclade K atau super flu. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Perangkat tersebut digunakan untuk memantau kondisi suhu penumpang yang datang melalui penerbangan internasional langsung.

“Ada sekarang thermal scanner (di Bandara Internasional Komodo), aktif terus. Ada dua tapi yang diaktifkan satu saja di jalur kedatangan internasional,” kata Kepala Loka Karantina Kesehatan Labuan Bajo Bernadinus Darma, dilansir Detikbali, Kamis (29/1/2026).

Saat ini, akses penerbangan internasional yang tersedia di Bandara Internasional Komodo hanya berasal dari dua rute luar negeri, yaitu dari Malaysia dan Singapura dengan tujuan akhir Labuan Bajo.

Penggunaan alat pemindai suhu tubuh tersebut diberlakukan setelah munculnya laporan penyebaran super flu di sejumlah negara luar Indonesia. Kebijakan ini dijalankan sebagai tindak lanjut atas arahan kewaspadaan dari pemerintah pusat.


BACA JUGA :

– Investasi di 15 Sektor Mabar Tembus Rp 1,8 Triliun Sepanjang 2025
– Perumda Bidadari Sediakan Media Billboard di Lokasi Strategis Labuan Bajo
– Manggarai Barat Bentuk Satgas untuk Tingkatkan PAD, Kajari Memimpin
– Labuan Bajo Perpanjang Larangan Kapal Wisata Sampai 1 Februari
– Persidangan Bukit Keranga Tanpa Kehadiran BPN, Penggugat Siap Aksi Besar


“Pengaktifan thermal scanner sejak awal merebak kasus di negara tetangga, kemudian Menkes RI melalui Dirjen mengeluarkan edaran kewaspadaan,” ujar Bernadinus.

Bernadinus menjelaskan bahwa seluruh penumpang dari penerbangan luar negeri akan melalui proses pemantauan suhu tubuh sesaat setelah mendarat di Bandara Komodo. Prosedur tersebut dilakukan lebih awal, sebelum penumpang memasuki tahapan pemeriksaan dokumen oleh pihak imigrasi.

Selain pemeriksaan suhu, setiap penumpang diwajibkan melengkapi data terkait perjalanan sebelumnya, kondisi kesehatan terkini, serta adanya keluhan demam melalui aplikasi All Indonesia. Proses ini menjadi bagian dari tahapan awal pemeriksaan kesehatan sebelum penumpang melanjutkan perjalanan di area bandara.

“Setiba di bandara kedatangan dilakukan pemantauan suhu tubuh dan pengamatan gejala fisik oleh petugas Karantina Kesehatan. Kalau sudah oke baru lanjut ke counter imigrasi,” jelas Bernadinus.

“Kalau ada yang ditemukan gejala akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter di ruangan wawancara. Kalau dokter rekomendasi lanjut maka lanjut. Kalau dokter rekom rujuk maka rujuk ke RS rujukan,” lanjut dia.

Bernadinus menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya penularan super flu maupun virus Nipah pada penumpang yang tiba di Bandara Internasional Komodo. Proses pengawasan terhadap kedua penyakit tersebut dilakukan dengan pendekatan yang serupa.

“Untuk pemantauan (super flu dan virus Nipah) hampir sama karena gejala juga demam tinggi,” tandas Bernadinus.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *