Bupati Endi Dorong Sinergi Pemerintah–Gereja untuk Pembangunan Mabar

Religi41 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Gereja dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Gagasan tersebut ia sampaikan saat mengikuti pertemuan strategis bersama para uskup se-wilayah Provinsi Gerejawi Ende serta para kepala daerah dari daratan Flores dan Lembata di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret–Nita, Maumere, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati Endi memaparkan berbagai kondisi sektor prioritas di Kabupaten Manggarai Barat, mulai dari upaya penguatan ekonomi masyarakat, persoalan migrasi dan perantauan, hingga tantangan sosial yang masih dihadapi warga.

Ia juga mengungkapkan capaian pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 yang tergolong tinggi di tingkat provinsi, meskipun manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagian besar masyarakat Manggarai Barat masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kontribusi sektor industri pengolahan baru mencapai 0,54 persen sehingga banyak produk lokal yang masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah,” ujar Endi, dalam keterangannya.


BACA JUGA :


Menurutnya, potensi besar untuk mendorong perekonomian daerah dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pariwisata dinilai terus menunjukkan tren positif sejak Labuan Bajo ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional.

Program MBG juga diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah di Manggarai Barat, sekaligus membuka peluang bagi petani, nelayan, dan peternak lokal untuk terlibat dalam rantai distribusi bahan pangan.

“Tantangannya adalah memastikan masyarakat lokal dapat mengambil peran lebih besar sebagai pelaku ekonomi sehingga berbagai peluang tersebut memberikan manfaat nyata,” katanya.

Selain sektor ekonomi, ia turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja di daerah.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan dunia usaha, pendidikan dapat terus relevan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” kata Endi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Gereja dan pimpinan daerah, di antaranya Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Vikjen Keuskupan Ruteng Romo Sebastian Hobahana, serta para kepala daerah dari Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Flores Timur, Lembata dan Ngada.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *