Jalan Salib di Rutan Mabar, Uskup Labuan Bajo Bawa Pesan Harapan

Religi128 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Suasana di ruang tahanan (Rutan) Polres Manggarai Barat pada Jumat (27/3) terasa lebih khusyuk dari biasanya. Di lorong sempit itu, sekitar 15 tahanan beragama Katolik berkumpul mengikuti ibadah Jalan Salib yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Paskah 2026. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menghadirkan ruang perenungan bagi para tahanan untuk menata kembali batin di tengah keterbatasan yang mereka jalani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang, bersama jajaran perwira, serta para rohaniwan dan rohaniwati. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perhatian dan kepedulian tetap diberikan kepada para tahanan, meskipun sedang menjalani proses hukum.

Dalam setiap perhentian Jalan Salib, Uskup Maksimus mengajak para tahanan memahami bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju perubahan diri.

“Jalan Salib adalah perjalanan penderitaan yang berujung pada kemenangan dan kebangkitan. Di tempat ini, setiap orang diajak memikul beban masa lalunya dengan penyesalan tulus, namun tetap memelihara harapan akan lembaran hidup baru,” ujar Mgr. Maksimus, dilansir Labuanbajo Terkini, Jumat (27/3/2026).


BACA JUGA :


Ia juga menekankan pentingnya pengampunan dan kesempatan untuk memperbaiki diri, tanpa terus terjebak dalam kesalahan masa lalu.

“Tuhan tidak terpaku pada masa lalu kalian yang kelam, melainkan melihat kerinduan hati untuk kembali ke jalan yang benar. Setiap manusia berhak atas kesempatan kedua, dan perubahan itu dimulai dari pertobatan di tempat kalian berada sekarang,” tegasnya.

Suasana ibadah berlangsung penuh haru. Sejumlah tahanan tampak larut dalam doa, menundukkan kepala, bahkan tak kuasa menahan air mata. Nyanyian rohani yang menggema di dalam rutan menghadirkan nuansa yang kontras, antara kerasnya realitas hukum dan kelembutan nilai kemanusiaan.

Kapolres Manggarai Barat menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam pembinaan mental para tahanan. Menurutnya, pendekatan hukum perlu diimbangi dengan sentuhan spiritual agar proses pembinaan berjalan lebih utuh.

“Kami ingin memastikan aspek kemanusiaan dan kerohanian mereka tetap terjaga di samping proses hukum yang berjalan. Pendekatan ini penting agar saat bebas nanti, mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih matang dan tidak mengulangi kesalahan,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Uskup Maksimus Regus yang meluangkan waktu di tengah kesibukan menjelang Pekan Suci. Kunjungan tersebut dinilai membawa semangat baru, tidak hanya bagi para tahanan, tetapi juga bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas dengan penuh empati.

Melalui kegiatan ini, diharapkan makna Paskah dapat dirasakan oleh semua, termasuk mereka yang berada di balik jeruji. Harapan akan kebangkitan dan kehidupan yang lebih baik pun tetap menyala, menjadi bekal bagi para tahanan saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat nantinya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *