Gelombang Hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Taman Nasional Komodo  

Ragam77 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Aktivitas wisata bahari dan pelayaran di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkirakan menghadapi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada Senin (20/7/2026) berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Prakiraan tersebut menjadi perhatian bagi wisatawan, operator kapal wisata, nelayan, maupun pelaku transportasi laut yang beraktivitas di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya karena kondisi gelombang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Pulau Timor.

Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, gelombang berketinggian 2,5 hingga 3 meter diprakirakan terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba, dan perairan Sabu Raijua.


BACA JUGA :


Ketinggian gelombang tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, termasuk kapal feri yang melayani penyeberangan antarpulau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nimrot Adipapa Sipa, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut, terutama ketika angin bertiup kencang dan gelombang mengalami peningkatan.

“Masyarakat perlu menjadikan informasi prakiraan cuaca maritim BMKG sebagai acuan sebelum beraktivitas di laut, khususnya saat kondisi angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terjadi,” ujar Nimrot Adipapa Sipa dalam informasi cuaca BMKG, Senin (20/7/2026).

Selain potensi gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan selama periode prakiraan.


BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 18 hingga 55 kilometer per jam yang turut memengaruhi tinggi gelombang di sejumlah perairan.

Pelaku wisata bahari, operator kapal, dan nelayan di kawasan Taman Nasional Komodo diimbau terus memantau perkembangan cuaca serta mempertimbangkan kondisi laut sebelum memulai pelayaran.

BMKG berharap masyarakat rutin memperbarui informasi cuaca maritim sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan selama beraktivitas di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.


(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *