LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Aplikasi Gendang Mabar yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan diintegrasikan dengan SIORA milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) untuk memperkuat tata kelola pariwisata sekaligus memudahkan wisatawan memperoleh layanan wisata yang terpercaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan pembahasan teknis mengenai integrasi kedua aplikasi tersebut telah dilakukan bersama BTNK sebagai bagian dari pengembangan sistem digital pariwisata daerah.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki tata kelola ekosistem kepariwisataan, khususnya dalam akses menuju Taman Nasional Komodo,” ujar Petrus, dikutip dari rri.co.id, Selasa (21/7/2026).
Menurut Petrus, aplikasi Gendang Mabar akan menjadi pusat informasi bagi wisatawan dengan menghadirkan berbagai layanan, mulai dari informasi destinasi wisata, pemandu wisata, hingga data pelaku usaha pariwisata seperti Travel Agent and Tour Operator (TATO).
Ia menjelaskan seluruh data yang ditampilkan dalam aplikasi akan mengacu pada ketentuan perizinan usaha berbasis risiko sesuai regulasi yang berlaku.
BACA JUGA :
- Bali Masih Jadi Magnet, Pariwisata Berkualitas Buka Peluang Investasi Baru
- ASITA NTT Dorong Kolaborasi Promosi Pariwisata Bersama Pemerintah Daerah
- Event Pariwisata Nasional Dongkrak Ekonomi hingga Ratusan Miliar
- Pariwisata Premium Buka Peluang Investasi di Flores Barat
- Bali dan Labuan Bajo Jadi Magnet Investasi Properti 2026
Khusus untuk TATO, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat hanya akan memasukkan pelaku usaha yang telah melalui proses verifikasi sehingga dapat menjadi referensi yang aman dan terpercaya bagi wisatawan.
“Nanti yang masuk ke Gendang Mabar adalah TATO yang sudah diverifikasi atau sudah dicek oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.
Petrus menambahkan, meskipun kewenangan pengawasan TATO berada pada pemerintah provinsi karena termasuk usaha berisiko menengah tinggi, pemerintah kabupaten tetap berperan memastikan pelaku usaha yang tercantum dalam aplikasi memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Data pelaku usaha yang telah diverifikasi di Gendang Mabar nantinya akan terhubung secara otomatis dengan SIORA sehingga hanya pelaku usaha yang memenuhi persyaratan administrasi dan regulasi yang dapat mengakses layanan pemesanan untuk memasuki kawasan Taman Nasional Komodo.

Menurutnya, integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Pada akhirnya wisatawan memiliki referensi yang jelas mengenai siapa saja pelaku usaha yang dapat dipercaya selama menikmati kegiatan wisata di Labuan Bajo,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan pengembangan aplikasi Gendang Mabar dapat rampung dan diluncurkan dalam satu hingga dua bulan ke depan sehingga segera dimanfaatkan oleh wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.
















