BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di NTT Selama Tiga Hari

Ragam128 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengingatkan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini tersebut berlaku pada periode 15 hingga 17 Maret 2026.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menyebutkan bahwa peningkatan intensitas hujan diprakirakan mulai terjadi pada Senin, 16 Maret 2026, dengan sejumlah daerah masuk dalam kategori waspada akibat potensi hujan sedang hingga lebat 

“Daerah yang berpotensi hujan antara lain Manggarai, Ende, Sikka, Kota Kupang, TTU, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya,” jelas Sti, dilansir RRI, Senin (16/3/2026).

Selain wilayah dengan status waspada, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dalam kategori siaga. Wilayah tersebut diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

Daerah yang masuk dalam kategori siaga meliputi Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Malaka serta Rote Ndao.


BACA JUGA :


“Sementara pada Selasa, 17 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Belu, TTU, Kota Kupang, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Kondisi ini diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai sektor,” tambahnya.

Pada periode yang sama, beberapa wilayah seperti Malaka, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada dan Rote Ndao masih berpotensi berada dalam status siaga dengan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat.

“Kami juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Sabu Raijua selama periode 15 hingga 17 Maret 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama bagi nelayan, pelaku transportasi laut dan warga yang tinggal di daerah rawan bencana,” terang Sti.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional, termasuk penguatan Monsun Asia serta adanya gelombang atmosfer tipe Low yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang. Selain itu, warga juga disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *